Pulang Kampung

Grass is a small plant but extraordinary in its growth and survival. It trives in areas with little rain. Animals may graze and tramples the grass, but new leaves grow rapidly. Even a fire cannot kill this plant as the stemps grow new leaves to replace the dead ones.

Lelah berdebat dan berkompromi (seperti kisah seorang istri yang lelah berantem dengan suaminya saja) akhirnya menyeret saya untuk mencari sebuah pelampiasan. Satu-satunya yang terfikirkan oleh saya waktu itu adalah bagaimana cara mendapatkan suasana yang benar-benar bisa membuat saya berfikir, kalau istirahat itu perlu. Sebentar saja. Destinasi saya adalah K A M P U N G.

Perjalanan ke kampung kali ini memberikan banyak manfaat besar untuk kesegaran nafas. Paling tidak paru-paru ini tidak kepayahan mencerna udara di atmosfer yang berbeda. Kali ini judulnya Pulang Kampung.

Dua hari satu malam tepatnya saya berada di kampung. Cukup singkat namun berkesan sekali. Perjalanan ini benar-benar memulihkan pikiran saya, penyesatan ke jalan yang benar. Haa..

Dua hari saja. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan yang seperti ini?? Untuk menjumpai pemandangan seperti ini pasti yang terfikirkan pertama kali adalah ini dapat dijumpai di desa. Desa yang belum terpolusi, sejuk, damai, hijau. Lalu dimana desa itu berada? Di JAKARTA pula.

meadow, wind, grass.....akhirnya ku menemukanmu....

meadow, wind, grass.....akhirnya ku menemukanmu....

Tetapi gambar itu bukan hasil potret alam bawah sadar saya yang melayang jauh untuk bertemu dengan desa impian. Desa itu ada dan saya baru saja menemuinya. I will show you…
read more