Ups, dipostingan saya yang ke-30 ini saya malah bertemu masjid yang mnyesatkan. Apa-apaan ini tempat ibadah bikin sesat?. Sedikit terlambat ngepost karena hari ini cukup sibuk, namun berusaha untuk one post a day itu memang sudah komitmen. Hahaha siapa ini bicara tentang komitmen? Mudah-mudahan bisa genap 31 postingan sampai akhir bulan ini nanti, yeiii…
Ceritanya saya cari masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah saya. Sekalian saya menunggu adzan Maghrib jadi saya putuskan cari masjid terdekat. Ritual pertama adalah ambil air wudhu. Karena saya baru saja kenalan dengan masjid ini, saya belum tahu pasti dimana letak atribut terpenting di masjid itu, yaitu kamar mandi dan tempat wudhu.
Kalau Celline Dion bilang“The first time ever I saw your face
I thought the sun rose in your eyes
And the moon and the stars were the gifts you gave
To the dark and the endless skies, my love”, kalau saya bilang “First time, ever I saw your face Ini masjid kenapa berputar-putar seperti rumah keong?, oh please saya butuh kamar mandi itu” (ngucapinnya dinyanyikan seperti lagu itu). Butuh 15 menit saya muter-muter masjid itu demi menemukan toilet wanita. Yang ada saya malah kesasar masuk toilet laki-laki yang berada di ujung lorong sempit itu. Duh…
Finally, saya temukan kamar mandi itu berkat bantuan gadis cilik yang juga mau beribadah. Letak kamar mandi itu berada di bawah lantai utama, tepat di tengah-tengah ruangan, dibawah tangga. Nah tuh gimana bayanginnya? Pernah lihat keong? ya rumahnya itu mirip susunan masjid ini.
Kalau dikatakan mewah, masjid ini dekornya memang colorful. Namun untuk arsitekturnya benar-benar jelek. Rumah keongnya Bu Tien Soeharto memang bagus, namun keong yang ini saya rasa saya tidak cocok. Kemewahannya mungkin tidak dipandang dari arsitekturnya namun dari jamaahnya yang banyak dari beragam usia. Lebih baik sederhana namun banyak jamaahnya daripada miskin jamaah kan?
Dah yuk dengerin ini saja…
Kali aja arsitek masjid itu belum pernah denger pepatah jawa ini: simplicity is the crowd of design
wah.. masjid dimana itu? hehe.
btw saya suka konsistensinya untuk one post a day..
berarti besok post terakhir bulan ini.. wew. keren
asik banget kimitnya.
apanya yg menyesatkan? menyasarkan paling juga
hehehe
arsiteknya tu mungkin terinspirasi dari keong afrika x hehehe. . . yang penting kan bisa Sholat kan mbak. . ..
mesti kasih tahu tuh sama petugas atau jamaah disitu, kasih petunjuk untuk toilet biar gak kesasar muter2
ah, saya kira apaan tadinya, ternyata kesasar nih ceritanya
desainer masjid itu barangkali belum pernah denger pepatah jawa: simplicity is the crowd of design
Judul yang menyesat kan pembaca
masa ngga ada papan penunjuknya Tina?
wahh tapi baguslah kalau jemaahnya banyak yah
duh, kau nemu masjid raya…
nggak ada foto masjidnya ya ?
engga ada El…kebetulan camdig dropp…
Heeee tak kirain..cukup membuat saya penasaran
bener tuh saran mbak ely kalau bisa isi fotonya biar mantap…apalagi pas di toilet pria
Mungkin seperti mesjid pintu seribu di tangerang, yg di design tanpa gambar dan akan seperti apa bentuk bangunanannya nanti. Akibatnya ya gitu deh, tiap tahun nambah satu pintu
Tina-nya aja yang bingung cari kamar mandi karena kebelet. Jangan nyalahin arsitek mesjidnya dong… wk wk …
Mesjidnya sederhana bangunannya, tapi jamaahnya banyak itu lebih baik daripada mesjid mewah tapi kosong jamaaah. Salam…
salam kenal buat admin dan teman2 disini.
saya blogger baru nih mohon teman2 sudi berbagi ilmunya. Trmksh,,
Wah pengalaman yang unik tuh mbak admin ,,hehe,,
Lho lhoo? Terus menyesatkannya di mana? Hahaha
Kok malah nyambung ke arsitekturnya…
asop bacanya berapa detik sih tadi….??
dia kan sempat nyasar waktu cari tempat wudu, sop.
Anw, Kata “Menyesatkan” di judul memang mudah “Menyesatkan” pembaca.
Kata “Menyesatkan” di judul sempat “Menyesatkan” saya sebagai pembaca.haha
kalo ane belom bisa one post a day