Pulang Kampung

Grass is a small plant but extraordinary in its growth and survival. It trives in areas with little rain. Animals may graze and tramples the grass, but new leaves grow rapidly. Even a fire cannot kill this plant as the stemps grow new leaves to replace the dead ones.

Lelah berdebat dan berkompromi (seperti kisah seorang istri yang lelah berantem dengan suaminya saja) akhirnya menyeret saya untuk mencari sebuah pelampiasan. Satu-satunya yang terfikirkan oleh saya waktu itu adalah bagaimana cara mendapatkan suasana yang benar-benar bisa membuat saya berfikir, kalau istirahat itu perlu. Sebentar saja. Destinasi saya adalah K A M P U N G.

Perjalanan ke kampung kali ini memberikan banyak manfaat besar untuk kesegaran nafas. Paling tidak paru-paru ini tidak kepayahan mencerna udara di atmosfer yang berbeda. Kali ini judulnya Pulang Kampung.

Dua hari satu malam tepatnya saya berada di kampung. Cukup singkat namun berkesan sekali. Perjalanan ini benar-benar memulihkan pikiran saya, penyesatan ke jalan yang benar. Haa..

Dua hari saja. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan yang seperti ini?? Untuk menjumpai pemandangan seperti ini pasti yang terfikirkan pertama kali adalah ini dapat dijumpai di desa. Desa yang belum terpolusi, sejuk, damai, hijau. Lalu dimana desa itu berada? Di JAKARTA pula.

meadow, wind, grass.....akhirnya ku menemukanmu....

meadow, wind, grass.....akhirnya ku menemukanmu....

Tetapi gambar itu bukan hasil potret alam bawah sadar saya yang melayang jauh untuk bertemu dengan desa impian. Desa itu ada dan saya baru saja menemuinya. I will show you…
read more

Masjid yang menyesatkan

Ups, dipostingan saya yang ke-30 ini saya malah bertemu masjid yang mnyesatkan. Apa-apaan ini tempat ibadah bikin sesat?. Sedikit terlambat ngepost karena hari ini cukup sibuk, namun berusaha untuk one post a day itu memang sudah komitmen. Hahaha siapa ini bicara tentang komitmen? Mudah-mudahan bisa genap 31 postingan sampai akhir bulan ini nanti, yeiii…

Ceritanya saya cari masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah saya. Sekalian saya menunggu adzan Maghrib jadi saya putuskan cari masjid terdekat. Ritual pertama adalah ambil air wudhu. Karena saya baru saja kenalan dengan masjid ini, saya belum tahu pasti dimana letak atribut terpenting di masjid itu, yaitu kamar mandi dan tempat wudhu.

Kalau Celline Dion bilang“The first time ever I saw your face
I thought the sun rose in your eyes
And the moon and the stars were the gifts you gave
To the dark and the endless skies, my love”, kalau saya bilang “First time, ever I saw your face Ini masjid kenapa berputar-putar seperti rumah keong?, oh please saya butuh kamar mandi itu” (ngucapinnya dinyanyikan seperti lagu itu). Butuh 15 menit saya muter-muter masjid itu demi menemukan toilet wanita. Yang ada saya malah kesasar masuk toilet laki-laki yang berada di ujung lorong sempit itu. Duh…
read more

The giving tree

The monkey said, "Why there is a big hole in this trunk? Is she open her mouth? Let me give her a sweet banana.."

The monkey said, "Why there is a big hole in this trunk? Is she open her mouth? Let me give her a sweet banana..

And after a long time the boy came back again.

“I’m sorry, Boy,” said the tree.

“But I have nothing left to give you,

my apples are gone.”

“My teeth are too weak fot apples,” said the boy.

“My branches are gone,” said the tree.

“You cannot swing on them…”

“I’m too old to swing on brances,” said the boy.

“My trunk is gone,” said the tree.

“You cannot climb…”

“I am too tired to climb,” said the boy.

“I am sorry,” sighed the tree.

“I wish that I could give you something…

But I have nothing left. I am just an old stump. I am sorry…”

“I don’t need very much now,” said the boy.

“Just a quite place to sit and rest. I am very tired,”

“Well,” said the tree, straightening herself up as much as she could,

 “Well, an old stump is going for sitting and resting. Come, Boy, sit down.

“Sit down and rest.”

And the boy did.

And the tree was happy.

The End.

(The Giving Tree)

Pohon aku sedang sedih, bagaimana supaya aku tidak sedih lagi?

Pohon kenapa aku semakin sedih, kenapa aku mulai menangis?

Pohon aku bingung, mataku mulai membengkak, hidungku sudah merah, kenapa aku begini sedih?

Pohon kamu sedih tidak sih melihat aku sedih?

Kalau di Bali pepohonan besar dilindungi sebagai salah satu ritual keagamaan, pohon seperti apa yang boleh ditebang? Wanna know….

Turn on my heartbeat

dug dug dug
In a first time I feel like in trouble..
my heart beating so hard
hard, hard and hard…
when I saw you even if you far in front of me, my heart never stop beating..(of course because I’m still alive)
I’m truly in a trouble heart
This is crazy, I’m not afraid with him, he is just a boy..
(And I’m a girl)
I’m better, I’m stronger, I’m clever, I’m powerfull, intrepid, but why I’m afraid with you?
My face turn into red when you call on me and coming closer, I can’t say anything just smiled without meaning..
Oh God…
My heart is ready to explode…

Saya tidak bisa menuliskan lebih rinci bagaimana perasaan saya kala itu. Terlalu emosional. Mungkin tulisan saya kali ini tidak bisa mewakili bagaimana perasaan saya ketika itu, namun beginilah kira-kira.
read more

Senja di pelupuk mata

Senja di batas kota
Slalu teringat padamu
Saat kita kan berpisah
Entah untuk berapa lama

Walau senja tlah berganti
Wajahmu slalu terbayang
Waktu engkau kulepaskan
Berdebar hati di dada

Potongan lagi dari Ratih Purwasih ini saya cari kembali setelah sekian lama saya tidak menyanyikan sekaligus mendengarkannya. Ceritanya kangen-kangenan sama seseorang kemudian ingat lagu ini.. hehehe

Lagu ini awalnya saya dengar dari Mom yang suka mutar kaset-kaset lawas (untuk saya) bersama tante-tante saya yang dulu masih gadis. Kira-kira saya baru berumur 5 sampai 6 tahunan saya sudah sering mendengar lagu ini. Akhirnya saya jatuh cinta juga dan ikut-ikutan menyanyikan lagu ini.

Setelah Googling di youtube saya malah mendapatkan banyak lagu-lagu jadul yang dulu pernah saya dengar berbarengan dengan lagu Senja di Batas Kota seperti Teluk Bayur dan Senandung Rindu. Suka…

read more

Beauty

no sleep is more beautiful than this one

no sleep is more beautiful than this one

L:    A ‘’Beauty’’ as in “good “?

E:    Beauty as in, she is going to start off playing hard to get. Then no matter how much I caress her, no matter how much I love her, in the end she still ain’t going to give up that ass.

Plan the work, work the plan

Dari beberapa pangalama saya mengenai sebuah rencana, yang terlaksana dari perencanaan itu adalah 2 jumlahnya dari 7. Artinya tidak semua recana saya terealisasikan seperti yang saya harapkan, perbandingannya pun tidak seimbang. Banyak waktu yang saya dedikasikan untuk sebuah perencanaan yang matang, namun the power of luck belum menyertai saya. Jatuh, kecewa, sedih dan menangis. Sampai suatu ketika saya berfikir “Jadi rencana itu sebenarnya perlu engga sih?”

Dikenal sebagai game of luck. Seseorang yang berada disebuah arena permainan keberuntungan harus menentukan kemenangannya. Beruntung atau tidak. Menilik sejenak ke belakang, ternyata secara sadar saya tidak memiliki sesuatu yang di dapat dari keberuntungan. Jika karena tidak berusaha dengan kemampuan sendiri, saya tidak akan pernah mendapatkan apa yang saya mau.

Saya belum pernah mendapatkan doorprise yang melibatkan nomor undian saya ketika dikocok panitia acara. Pernah, nyaris namun itupun gagal juga karena ketidak beruntungan saya. Ketika nomor terpanggil adalah milik saya, terkejutlah saya. Tetapi  saya tidak bisa menunjukkan bukti nomor pasangan yang saya miliki karena ternyata pasangan nomor itu saya masukkan semua ke dalam kotak undian. Poor of you…

Tetapi saya tetap ngotot  ingin mewujudkan apa yang sudah jauh berada di benak saya. Saya berfikir ulang, perlukah saya membuat sebuah rencana?

What should I do today?

What should I do today?

read more

Bike your day

Mendapat kesempatan mengendarai sepeda dari pak jendral mungkin memang tidak sepuas kalau beli sendiri. Tetapi hari ini saya menikmati sekali perjalanan pertama dengan sepeda MTB ini. Sekalian berpartisipasi dalam program Car Free Day, hari ini saya jalan-jalan dengan si Biru Sexy mengelilingi sisi daerah tempat di mana saya pertama kali menjejakkan kaki di tempat ini.

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.

Pukul 14.15 WIB mungkin tadi saya mulain nge-goes. Start-nya dari depan rumah kemudian menjumpai piring terbang “Pizza Hut” lalu melewati depan kandang ayam “KFC”, dan mengelilingi track berhawa segar di sana. Dengan PD-nya saya menggoes menelusuri jalanan yang cukup ramai dengan kendaraan bermotor di sana. Tak mau kalah bersaing dengan kendaraan pencipta polusi itu, saya persiapkan atribut saya supaya nyaman di jalanan.

bike your day

bike your day

read more

Siluet di kamar mandi

Kalau beberapa orang merana saat di kamar mandi karena sakit perut atau terkencing-kencing, mungkin saya adalah salah satu orang yang sangat menikmati waktu di kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat favorit saya karena saya benar-benar meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat itu. Siapa yang tidak mau mandi, merilekskan badan atau sekedar buang air kecil di kamar mandi. Atau memang ada yang tidak suka mandi? 

Tempat ini menjadi tempat yang menyenangkan ketika saya bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk baca buku dan berimajinasi. Rasanya tenang dan tidak ada orang lain yang menginterupsi kegiatan saya. Untungnya belum ada yang menggedor pintu kamar mandi saya karena kelamaan di kamar mandi. Beberapa orang di rumah mungkin bertanya-tanya, ngapain sih ini anak  di kamar mandi selama itu?

Siapa yang mau menghabiskan waktu berlama-lama di kamar mandi kalau tidak berendam? Mau baca buku yang lebih nyaman bisa di halaman depan rumah atau di ruang baca. Entah, tetapi ada saja yang muncul usai dari kamar mandi yang membuat saya bisa menikmati kegiatan yang muncul sedari kamar mandi. Beberapa tulisan di blog ini hasil dari kamar mandi. Oh iya…kemarin saya nulis kisah di kamar mandi…

Paling banyak adalah ide melukis dan membuat karikatur. Banyak juga siluet aneh-aneh yang muncul. Kadang pemandangan indah akan muncul seketika. Sepasang alat optik ini seakan menciptakan sensasi sendiri ketika di kamar mandi. Rasanya akhir pekan di kamar mandi  ini saya melihat Bali yang saya kinjungi 2 tahun yang lalu.

This is sunset in Bali 2 years ago

This is sunset in Bali 2 years ago

read more